DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Keterkaitan Akhlaq Dengan Aqidah

“Sungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan [menganugerahkan kepada mereka] akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan [manusia] kepada negeri akhirat.” {QS. Shad [38]: 46}.

RUANG LINGKUP Islam terdiri dari tiga komponen, yaitu Aqidah, Syari’ah, serta Akhlaq. Ketiganya saling mendukung serta memiliki keterkaitan erat.

Aqidah adalah keyakinan seorang terhadap yang ghaib. Syariah merupakan jalan seseorang mendekatkan diri dengan Khaliq-Nya. Sedangkan akhlaq merupakan sikap yang dilakukan demi kesempurnaan aqidah beserta syariah.

Seseorang dikatakan belum sempurna iman dan ibadahnya jika tidak memiliki akhlaq yang baik.

Ajaran Islam menekankan pentingnya akhlaq yang baik karena ada hubungannya dengan akhirat.

Kehidupan yang baik bisa tercapai setelah manusia melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Para pakar moral dunia mengakui, saat ini terjadi kerusakan dan penyimpangan moral, baik di Barat maupun masyarakat Muslim.

Kerusakan moral di Barat itu akibat kemajuan serta modernisasi yang mendorong meninggalkan ajaran agama.

Juga akibat mempraktikkan prinsip-prinsip positivisme dan materialisme yang di yakininya.

Sedang pada masyarakat Muslim, kerusakan moral disebabkan adanya penyimpangan dari aturan-aturan maupun nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. [Wahiduddin Khan].

Kaum muslimin harus sadar, bahwa Allah SWT menyanjung akhklaq sebagai dasar ketaatan dan menjadi sebab ketaatan.

Allah SWT telah memuji Nabi Muhammad SAW yang berakhlaq mulia, sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” {QS. Al Qalam: 4}.

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa apa yang dimaksud adalah Islam. Beliau berkata, “Yakni sesungguhnya engkau [Muhammad] berada pada agama yang agung yaitu Islam.” [Riwayat Thabari dalam kitab Tafsirnya, 12/179].

Akhklaq itu merupakan bagian dari agama, bahkan ia adalah agama itu sendiri.

Fairuzabadi mengatakan agama seluruhnya adalah akhlaq. “Siapa yang bertambah akhkaqnya, maka bertambah pula agama di dirinya.”

Ibnu Taimiyah menegaskan, “makhluk yang paling dicintai adalah orang Mukmin. Kalau ia paling sempurna imannya, maka paling baik akhlaqnya.

Maka yang paling besar dicintai Allah Ta’ala, adalah yang paling bagus ahklaqnya. Alhlaq itu adalah agama. [Al-Istiqamah, 442].

Para Ulama sepakat, Mukmin yang paling sempurna imannya, adalah yang terbaik akhlaqnya. Kesempurnaan iman mengharuskan berbudi pekerti baik serta berbuat baik kepada seluruh orang.

Dengan demikian bahwa hal ini, membuktikan kalau ahklaq sangat terkait dengan aqidah. Salah besar apabila memisahkan antara ahklaq dengan Agama. Wallahu a’lam bish shawab.

Aswan Nasution

  • Pengurus Wilayah Al ashliyah Provinsi NTB
  • Tinggal di Lombok NTB.

lihat lebih banyak lagi

Suhu 48 Derajat, Jemaah Diimbau Tidak Lontar Jumroh Sebelum Pukul Empat Sore

MINA - Suhu mencapai 48 derajat celcius melanda di Mina, Arab Saudi pada hari Senin 17 Juni 2024/11 Zulhijjah 1445 H. Petugas Penyelenggara Ibadah...

Raja Doa Bersama Tokoh Washliyah Untuk Almarhum Wizdan Fauran Lubis

RAJA FANNY FATAHILLAH, SS, M.Si, putra Keetua Umum PB Al Washliyah, juga bakal calon Bupati Labuhan Batu, Sumatera Utara, bersama masyarakat, ulama, khalifah dan...

Pentingnya Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

DALAM era pendidikan modern yang dinamis dan terus berkembang, peran guru sebagai pendidik profesional menjadi semakin krusial. Guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai informasi...

PP HIMMAH Adakan Rapat Bentuk Panitia Muktamar

JAKARTA -Pengurus Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menggelar rapat pembentukan Panitia Pelaksana Muktamar XI HIMMAH. Rapat tersebut dilaksanakan di Aula Lt...