DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Puasa Sehat Ala Rasulullah SAW

KEHIDUPAN Rasulullah SAW menjadi contoh dan teladan umat Islam, mulai zaman rasulullah, sahabat, tabiin sampai pada zaman umat Islam sekarang ini. Nabi Muhammad SAW adalah Rasul akhir zaman, tidak ada lagi nabi dan Rasul setelah Rasulullah SAW. Karena itu, Rasulullah SAW haruslah menjadi contoh dan idola umat manusia dari berbagai suku dan bangsa, termasuk dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka Rasulullah SAW memberi tips sehat puasa kepada umat Islam.

Tips Puasa Sehat Ala Rasulullah SAW

  1. 1. Menjaga Kebersihan
    Islam adalah agama yang mengajarkan berbagai tuntunan dalam kehidupan. Salah satu anjuran dari Rasulullah SAW adalah untuk menjaga kebersihan. Hal ini sejalan dengan hadits berikut, “Sesungguhnya Allah itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia maha bersih yang menyukai kebersihan, Dia maha mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (H.R Tirmidzi)

Dalam hadits tersebut, dijelaskan betapa pentingnya menjaga kebersihan. Dengan menjaga kebersihan baik pada diri maupun lingkungan sekitar, dapat meminimalkan risiko penyakit dan penyebaran virus pada makan kita.

  1. Menjaga Pola Makan
    Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih dua belas jam. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan makanan di waktu sahur dan berbuka. Makanan dan minuman yang dikonsumsi juga akan memengaruhi daya tahan tubuh dan imunitas untuk mencegah penyakit.

Menjaga pola makan merupakan cara hidup sehat ala Rasulullah. Orang-orang yang menerapkan pola makan yang sehat cenderung memiliki imunitas yang tinggi, sehingga dapat meminimalisir penyebaran penyakit terutama di masa pandemi.

Berikut ini adalah pola makan yang disarankan selama bulan Ramadhan:

  1. Sahur
    Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan sahur. Dengan melakukan sahur, tubuh akan mendapatkan cadangan nutrisi untuk digunakan selama menjalankan puasa. Sahur sebaiknya dilakukan di akhir waktu.

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur adalah makanan yang mengandung karbohidrat dan serat tinggi. Konsumsi buah-buahan dan makanan yang mengandung banyak kuah dan air agar benar-benar terserap ke dalam sel, sehingga tubuh tidak mudah lemas. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi cukup air putih agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

  1. Minum Air Putih
    Tidak disarankan untuk minum air berwarna saat sahur karena dapat memicu buang air kecil berlebihan setelah sahur. Agar batas minimal 8 gelas per hari terpenuhi.
  2. Takjil
    Jika Rasulullah SAW menganjurkan untuk sahur di akhir waktu, ketika berbuka puasa, Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka di awal waktu. Menyegerakan waktu berbuka juga akan berdampak baik bagi tubuh. Puasa selama kurang lebih dua belas jam membuat tubuh kekurangan cairan. Dengan menyegerakan waktu berbuka, tubuh dapat mengisi kembali cairan yang hilang.

Banyak kaum muslimin juga salah kaprah dalam memilih makanan sebagai takjil. Hindari memakan makanan berat langsung saat berbuka puasa karena akan berdampak buruk bagi kesehatan dan dapat memicu masalah pada organ pencernaan.

Sebaiknya, konsumsilah makanan yang segar seperti buah-buahan, kurma dan buah-buahan yang banyak mengandung mineral dan serat yang dibutuhkan tubuh, sehingga badan pun akan kembali segar.

  1. Makanan Berat
    Setelah berbuka dengan takjil, sebaiknya berikan waktu istirahat pada tubuh sebelum mengonsumsi makanan berat agar tubuh tidak terkejut dalam memproses makanan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan secukupnya dan hindari makan secara berlebihan karena Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hal ini dapat menimbulkan sifat malas.

Selama bulan Ramadhan, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang dan memiliki kandungan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

  1. Makan Makanan Yang Halal
    Salah satu tips kesehatan ala Rasulullah SAW adalah dengan mengonsumsi makanan yang halal. Sebagai umat Islam, kita dilarang memakan makanan yang haram seperti yang disebutkan dalam ayat 3 dari surat Al-Maidah:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala…”

Rasulullah SAW memakan makanan yang halal sesuai dengan perintah Allah SWT. Ini adalah sebuah kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap muslim. Terutama di bulan Ramadan yang penuh dengan berkah, salah satu cara untuk memperoleh keberkahan tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan yang halal.

8.Berolah Raga
Berolahraga setelah sahur dan sebelum berbuka dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

  1. Berolah Raga Setelah Sahur
    Saat sahur, tubuh mendapat asupan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan berolahraga setelah sahur, energi tersebut dapat digunakan secara optimal dan membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
  2. Berolah Raga Sebelum Berbuka
    Selain itu, berolahraga sebelum berbuka juga dapat membantu mengurangi rasa lapar dan haus. Dalam keadaan berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama beberapa jam. Dengan berolahraga sebelum berbuka, tubuh dapat memproduksi hormon endorfin yang dapat mengurangi rasa lapar dan haus.

Namun, perlu diingat bahwa berolahraga setelah sahur dan sebelum berbuka harus dilakukan dengan bijak. Pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik dan kesehatan Anda, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan senam ringan. Jangan berolahraga terlalu berat atau terlalu lama, karena hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.

11.Konsumsi Madu dan Kurma
Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengonsumsi kurma dan madu. Beliau memiliki pola makan yang sehat dan memilih makanan yang bergizi. Hadis berikut mengajarkan untuk memakan kurma: “Barang siapa yang setiap pagi memakan tujuh butir kurma ‘Ajwa, maka dia akan terhindar dari racun dan sihir pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

12 Bersilaturahmi
Bersilaturahmi adalah salah satu ajaran agama Islam yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, berarti menjalin hubungan baik dan mempererat tali persaudaraan antara sesama umat manusia, terutama dengan keluarga, tetangga, dan sahabat. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bersilaturahmi dapat membuka pintu rizki dan memperpanjang umur.

13 Mengendalikan Emosi
Marah tidak dianjurkan karena dapat berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Seseorang yang tidak mampu mengendalikan amarahnya dapat kehilangan kendali dan melakukan hal-hal yang merusak.

Rasulullah SAW mengajarkan untuk menjaga amarah seperti dalam Hadits berikut: “Jangan marah, bagimu surga.” (H.R Thabrani).

Selain berdampak pada lingkungan, sering merasa marah juga berdampak pada kesehatan. Marah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit seperti serangan jantung.

  1. Kesehatan Tubuh
    Sebagai tambahan, melalui ibadah puasa kadar gula darah seseorang terkendali. Dokter selalu menganjurkan sebelum periksa kadar gula darah seseorang, terlebih dahulu disuruh puasa minimal 8 jam sebelumnya. Ini berarti bahwa puasa menjaga kestabilan tubuh yang mengandung obat mujarab apabila ditinjau dari segi medis. (**/sir)

lihat lebih banyak lagi

Perang Iran-Israel: Bara Api yang Akan Padam atau Makin Meluas?

SEMUA bermula ketika Israel menyerang sebuah fasilitas yang ada di area gedung diplomatik Iran di Suriah. Peristiwa itu adalah serangan terhadap Konsulat Iran di...

Al Jam’iyatul Washliyah Berduka

Pimpinan washliyah.or.id dan kabarwashliyah.com beserta staf redaksi turut berduka: Atas wafatnya bapak/sahabat, Drs. H. Basirussyawal Nasution (69 tahun) Wakil Ketua PW Al Washliyah Sumut. Kamis...

Gema Takbir Berkumandang, Lebaran Tahun Ini `Kompak`

JAKARTA - Gema takbir berkumandang malam ini dari berbagai pelosok tanah air, selepas pengumuman pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), sementara pada sidang isbat (penetapan)...