DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Muslim Uyghur China Kecewa Banyak Umat Islam Dunia yang Kurang Peduli

JAKARTA – Umat muslim Uyghur, China kecewa terhadap umat Islam dunia yang minim kepeduliannya dan banyak pula yang tidak serius membantu atas nasib mereka. Hal itu disampaikan oleh Mrs.Rushan Abbas, selaku Founder Of Campaingn For Uyghurs, bersama suaminya, Mr.Abdulhakim Idris, Direktur Eksekutif Centre For Uyghur Studies, saat silaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam`iyatul Washliyah, Dr.H.Masyhuril Khamis, SH,MM, di Kantor PB Al Washliyah, di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, Jumat 14 Oktober 2022.

Turut mendampingi Ketua Umum Pb Al Washliyah, antara lain Bendahara Umum PB Al Washliyah, Drs.Rijal Naibaho,MM, Ketua Bidang Kader PB Al Washliyah, Drs.H.Muhammad Zaid, MM, Ketua Bidang Antarlembaga PB Al Washliyah, Wizdan Fauran Lubis,SE,MM, Sekretaris Bidang Risdiq PB Al Washliyah, H.J.Faisal, Sekjen PP Himmah, Saibal Putra, Ketua Umum PP IPA, Afri, jajaran PP Muslimat yang diketuai Dra.Hj Nurliati Ahmad, MA.

Sementara Mrs Rushan Abbas dan Abdulhakim Idris didampingi penerjemah bahasa, Astrid Nadya, President OIC Youth Indonesia dan Hamdani dari OIC.

Menurut Rushan, nasib umat muslim Uyghur dalam kondisi memprihatinkan. Mereka banyak menjadi korban kekejaman dan penindasan pemerintah China. Perlakuan pemerintah setempat, menurut dia, sudah katagori kejahatan kemanusiaan. Bahkan umat Islam Uyghur, telah meminta fatwa ulama agar dibolehkan bunuh diri, karena mereka tidak tahan atas tindakan dan kekejaman aparat.

Diakuinya bahwa keluarga menjadi korban aparat pemerintah China. Saudara perempuannya diambil paksa dan disika, karena ia melakukan pergerakan dengan minta perlindungan kemanusiaan internasional. Akibatnya keluarga sendiri diteror dan diintimidasi. Ia menilai perlakuan aparat negara seakan mau menghabisi kaum muslim Uyghur di China dan wanita muslim dikawin paksa tanpa satu aqidah.

Sebelumnya, Abdulhakim Idris memaparkan di masih hadapan pimpinan organisasi Al Washliyah, bahwa muslim Uyghur tertindas di negara tersebut. Antara motif politik dan agama berbaur dalam pembantaian umat muslim setempat. Tidak ada kebebasan beragama di negara tersebut, kata dia. Hanya saja, pemerintah China selalu menutupi-nutupi kondisi nyata yang dialami umat muslim Uyghur. Karena itu, dia bersama istrinya menyuarakan perhatian dunia Islam untuk membantu saudara muslimnya di China.

Di sela-sela pertemuan itu, pengurus PB Al Washliyah maupun PP Muslimat tanya jawab dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab, sehingga pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban. Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung hampir tiga jam.

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr.H.Masyhuril Khamis,SH,MM setelah mendengarkan langsung dari tamu tersebut, menyatakan apapun motif pemerintah China terhadap umat Islam Uyghur, Al Washliyah sebagai Ormas Islam Indonesia akan peduli dan bersuara untuk memberantas kejahatan kemanusiaan di mana pun. Umat Islam diperintahkan membantu, minimal doa dengan doa kepada kaum muslim yang terzolimi di dunia internasional.

Kondisi terbaru umat Islam Uyghur, kata Masyhuril Khamis, yang juga Ketua Perbaikan Akhlaq Bangsa MUI Pusat, akan membawa kondisi terbaru umat Islam Uyghur pada pertemuan ulama tingkat dunia R-20 pada awal bulan depan di Bali. [rilis/sir]

lihat lebih banyak lagi

Sekolah, Madrasah dan Panti Milik Washliyah Akan Dipasangi Plang Nama

SENTUL - Sekolah, madrasah, panti asuhan, kantor, kampus milik organisasi Al Washliyah segera dipasangi plang nama. Hal tersebut dilakukan sebagai realisasi penertiban asset...

Presiden Terpilih Prabowo Subianto Diharapkan Berkenan Membuka Rakernas Al Washliyah

SENTUL - Pengurus Besar Al Washliyah mengharapkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dapat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Washliyah II yang Insya Allah diselenggarakan...

Pertemuan Silaturahim PB Al Washliyah di Sentul

SENTUL - Pada tanggal 21 Juli 2024, Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah telah mengadakan acara Rapat Pengurus Harian dan Silaturrahim di Bumi Gumati...

Ketum PB: Kemah Nasional Pramuka Sebagai Upaya Membesar Al Washliyah

JAKARTA - Rencana pelaksanaan kemah nasional Pramuka Al Washliyah, yang insya Allah digelar pada 25,26 dan 27 Oktober 2024, menurut Ketua Umum PB Al...