DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Catatan Bang Zaka: “Gadget dan Komunikasi yang Terputus”

SEORANG teman mengeluh karena anaknya yang masih sekolah sangat sulit lepas dari gadget nya. Hampir di setiap waktu tangannya tak pernah lepas dari gadget. Awalnya keresahan teman itu biasa saja level nya, namun jadi meningkat tinggi saat ia bersama anaknya datang bertamu ke rumah ayahnya, jadi kakek si anak. Sepanjang waktu ngobrol, si anak terus saja sibuk dengan gadget nya, bahkan ia tak hiraukan sapaan sang kakek. Sang kakek pun marah!

Ada kata “kecanduan” di dalam soal gadget, sebagaimana layaknya kecanduan obat terlarang atau narkoba. Sebegitu bahayanya aktivitas terus-menerus menggunakan gadget sehingga kata “kecanduan” itu muncul. Kecenderungan itu bukan hanya terjadi pada anak-anak, yang notebene memiliki waktu luang banyak, tetapi bahkan juga pada orang dewasa, yang justru punya kesibukan dalam kesehariannya. Lihatlah di tempat-tempat yang ramai, misalnya stasiun, mal, bandara, selalu kita lihat sebahagian besar orang disana sibuk dengan handphone masing-masing.

Jika orang itu menggunakan HP-nya sesekali saja, maka itu pasti karena penting. Tetapi jika tangan dan matanya terfokus pada HP atau gadget, sudah pasti ia sedang berada di dunia maya, bukan di dunia dimana ia sedang duduk…

Dunia maya, dimana media sosial, hiburan, informasi dan permainan ada di dalamnya, sungguh telah merampas keakraban seseorang ke orang lainnya. Ada komunikasi yang terputus diantara setiap orang. Unik juga, seseorang sibuk berkomunikasi dengan orang lain yang posisinya berjauhan (melalui WA), namun kehilangan komunikasi dengan orang yang ada di dekatnya.

Sedihnya, itu terjadi bahkan di dalam sebuah rumah tangga. Ibu, bapak, anak, sibuk dengan gadget masing-masing, padahal mereka sedang mereka di sebuah ruangan yang sama. Tanpa obrolan yang akrab, hanya sesekali saja, itu pun untuk soal yang dianggap penting.

Beberapa orang tua telah keliru menyikapi kecenderungaan anaknya bermain gadget secara berlebihan. Menurut mereka, adalah lebih baik jika anaknya sibuk di kamar dengan gadgetnya daripada main di luar. Orang tua itu merasa sangat aman dengan situasi tersebut. Maka anteng lah sang anak di kamar, seraya pelan-pelan ia kehilangan rasa sensivitas atas apa yang terjadi di masyarakat sekelilingnya.

Kuncinya adalah kembalikan komunikasi ke wilayahnya yang sejati. Orang tua mulai lagi bicara dengan anak-anaknya secara akrab, menyediakan waktu yang lebih untuk mengawasi sang anak di saat ia harus bermain di lingkungan luar. Disiplinkan anak-anak untuk bisa memegang gadghet hanya di waktu-waktu tertentu, sambil juga berusaha mendisiplinkan diri sendiri.

Kembalikan lagi sikap kepedulian terhadap lingkungan sekeliling, dimana ada orang lain yang tak boleh diabaikan. Orang tua dan anak-anak harus melakukan hal yang sama.

Tiba-tiba saya ingat, minggu ini ada acara reuni sekolah. Saya agak malas datang karena ada kejadian kurang enak tahun lalu saat acara serupa untuk sekolah lain. Sebelum acara, semua sibuk ngobrol kangen-kangenan di group WA, akrab dan seru banget, tapi setelah ketemu semuanya hambar. Semuanya sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Saya memutuskan untuk tetap datang kali ini, tapi saya kasih ultimatum ke panitia reuni, “Kalo acara reuni nanti pada sibuk sama hp nya masing-masing, gua langsung pulang!”. Panita hanya tertawa mendengar ucapan saya…

Muhamad Zarkasih

  • Ketua Sako Pramuka Al Washliyah PB Al Washliyah
  • Pemerhati Masalah Sosial dan Masyarakat.

lihat lebih banyak lagi

Suhu 48 Derajat, Jemaah Diimbau Tidak Lontar Jumroh Sebelum Pukul Empat Sore

MINA - Suhu mencapai 48 derajat celcius melanda di Mina, Arab Saudi pada hari Senin 17 Juni 2024/11 Zulhijjah 1445 H. Petugas Penyelenggara Ibadah...

Raja Doa Bersama Tokoh Washliyah Untuk Almarhum Wizdan Fauran Lubis

RAJA FANNY FATAHILLAH, SS, M.Si, putra Keetua Umum PB Al Washliyah, juga bakal calon Bupati Labuhan Batu, Sumatera Utara, bersama masyarakat, ulama, khalifah dan...

Pentingnya Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

DALAM era pendidikan modern yang dinamis dan terus berkembang, peran guru sebagai pendidik profesional menjadi semakin krusial. Guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai informasi...

PP HIMMAH Adakan Rapat Bentuk Panitia Muktamar

JAKARTA -Pengurus Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menggelar rapat pembentukan Panitia Pelaksana Muktamar XI HIMMAH. Rapat tersebut dilaksanakan di Aula Lt...