DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Dakwah Melalui Media Sosial Menebar Ilmu dan Kebaikan

KETIKA satu ilmu, lalu kita sebarkan kepada orang lain melalui media sosial [medsos], facebook, twitter, instagram, whatsaap dan media lainnya misalkan, berapa ratus atau berapa ribu orang yang baca?

Walaupun mereka hanya membaca, tapi kita sudah dikatakan sebagai orang yang menyampaikan ilmu, hikmah, atau pelajaran kepada orang lain.

Oleh karena itu janganlah menganggap hal tersebut adalah hal kecil yang tidak ada artinya!

Inilah yang perlu kita perbanyak supaya nanti di hari Kiamat, kita mempunyai tabungan amal shaleh di akhirat.

Walaupun kecil-kecil, sederhana, tapi karena sering kita lakukan, sering kita menyebarkan kebaikan kepada orang lain.

Akhirnya menjadi besar seperti gunung, yang nilainya sangat besar di hadapan Allah SWT, hingga akhirnya membawa kita selamat dari neraka Jahannam.

Kita perhatikan surah Al-‘Ashr yang memerintahkan saling menasehati tentang kebaikan yakni kebenaran, dan kesabaran.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-nenasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

Sampaikanlah nasihat, ilmu kepada orang lain!. Ternyata kita masih enggan menyampaikan ilmu, masih enggan berdakwah, masih enggan menyampaikan kebenaran.

Ketika kita menyampaikan tentang kebaikan dan mengajarkan kepada keluarga, istri, anak-anak kita dan orang lain. Maka itu akan menjadi ibadah yang sangat disukai dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang menyerah diri?” (QS. Fushlishilat: 33).

Siapakah yang lebih baik perkataannya dalam bidang dakwah, menyampaikan sesuatu walaupun hanya satu persoalan, persoalan yang sangat sederhana.

Dan kita masih punya berbagai macam cara untuk menyampaikan semampu kita, sepanjang cara dakwah yang menyejukkan dan mendamaikan serta menenteramkan umat.

Kembali lagi kita ke surah Al-‘Ashr, saking pentingnya surah al-Ashr ini, Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:

“Seandainya tidak ada Al-Qur’an yang sebanyak 30 Juz, dan Allah hanya menurunkan surah Al-‘Ashr kepada manusia supaya manusia belajar, supaya manusia mengamalkan surah Al-‘Ashr.”

Kata Imam Syafii, Surah ini sudah cukup bagi manusia agar bisa selamat di dunia dan akhirat.

Ini hanya surah Al-‘Ashr. Apalagi dengan seluruh Al-Qur’an yang 30 juz.

Hal ini menggambarkan bahwa Imam Syafii memiliki pemahaman yang luar biasa!

Kemudian, Allah menjelaskan gambaran bagaimana perbedaan orang-orang yang berdakwah dan orang yang tidak.

Yaitu perbedaan orang yang menyampaikan (menasihati) apa adanya, dan orang yang tidak (menasihati).

Istilah lain orang yang tidak menasihati adalah, “Saya tidak mau tahu, “Saya tidak mau ikut campur, ” Saya tidak ada urusan.” Saya masa bodoh.”

Padahal ini semua adalah kewajiban kita. Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali Imran: 110).

Allah telah menjadikan umat ini, umat Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baik umat!. Apa yang menyebabkan umat ini menjadi yang terbaik di antara umat yang lain?

Karena sifat mereka yang saling mengajak pada kebaikan. Jangan kita menjadi orang yang pelit. Biarkanlah orang lain berkata macam-macam, yang penting kita sudah nawaitu!

Petunjuk dari Allah SWT. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut: 69).

Orang yang senantiasa bermujahadah di jalan-Ku, kata Allah, dan menyampaikan da’wah kepada yang lain, “lanahdiyannahum”, maka Kami akan menjamin petunjuk kepada mereka.

Bukan bagi orang yang mendengar dakwah kita, bukan! Tapi diri kitalah yang akan terjamin mendapatkan hidayah. “Wa innallaaha lama’al muhsiniin”, Allah akan bersama orang yang berbuat baik.

Semoga kita diberikan keistiqamahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyampaikan kebaikan kepada keluarga, saudara, teman, dan orang lain. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

Aswan Nasution

Penulis, Alumni Pelajar Al-Qismul’ly 79′ Al-Washliyah, Ismai’liyah, Medan, Sumatera Utara.

Berdomisili di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

lihat lebih banyak lagi

Sekolah, Madrasah dan Panti Milik Washliyah Akan Dipasangi Plang Nama

SENTUL - Sekolah, madrasah, panti asuhan, kantor, kampus milik organisasi Al Washliyah segera dipasangi plang nama. Hal tersebut dilakukan sebagai realisasi penertiban asset...

Presiden Terpilih Prabowo Subianto Diharapkan Berkenan Membuka Rakernas Al Washliyah

SENTUL - Pengurus Besar Al Washliyah mengharapkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dapat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Washliyah II yang Insya Allah diselenggarakan...

Pertemuan Silaturahim PB Al Washliyah di Sentul

SENTUL - Pada tanggal 21 Juli 2024, Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah telah mengadakan acara Rapat Pengurus Harian dan Silaturrahim di Bumi Gumati...

Ketum PB: Kemah Nasional Pramuka Sebagai Upaya Membesar Al Washliyah

JAKARTA - Rencana pelaksanaan kemah nasional Pramuka Al Washliyah, yang insya Allah digelar pada 25,26 dan 27 Oktober 2024, menurut Ketua Umum PB Al...