DKI Jakarta

pbwashliyah@gmail.com

IndonesianArabicThaiEnglishChinese (Simplified)

Keutamaan Hari Senin dan Kamis

RASULULLAH shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan hari Kamis, maka dalam kedua hari tersebut diampunilah setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun; terkecuali seorang yang terlibat dalam persengketaan dengan saudaranya. Maka dikatakan, “Tunggulah untuk kedua orang ini sehingga keduanya berdamai.” (HR. Tirmidzi).

Hadits ini menjelaskan bahwa pintu ampunan Allah Swt . dibuka pada setiap hari Senin dan Kamis , setiap hamba yang meminta ampun kepada Allah pada hari-hari itu diampuni oleh-Nya selagi ia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali seseorang yang terlibat dalam suatu persengketaan dengan saudaranya. Maka, pintu tobat ditangguhkan baginya hingga ia mau berdamai dengan saudaranya itu.

Disamping sebagai pintu ampunan pada hari Senin dan Kamis, juga sebagai bahwa amal perbuatan manusia dilaporkan pada setiap hari Senin dan Kamis.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Catatan amal perbuatan dibeberkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis, dan ditampakkan kepada para nabi, para ayah dan para ibu pada hari Jum’at, lalu mereka bergembira dengan kebaikan amal perbuatan mereka dan wajah mereka makin bertambah putih dan cermerlang karena itu bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian menyakiti orang-orang mati kalian.” (HR. Hakim melalui Walid Abdul Aziz).

Semua amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah Swt ., setiap hari Senin dan Kamis . Pada hakikatnya Allah Swt. Maha Mengetahui semua amal perbuatan mereka, adapun yang disebutkan dalam hadits ini hanya untuk menunjukkan keagungan dan kemahabesaran Allah Swt. Para malaikat mencatat amal perbuatan melaporkan hasil catatan mereka mengenai amal perbuatan semua hamba Allah pada setiap hari Senin dan Kamis. Laporan yang dimaksud ialah laporan secara global karena sesungguhnya setiap hari dan malam ada malaikat-malaikat yang silih berganti mencatat amal perbuatan umat manusia. Dan hal ini merupakan laporan yang bersifat terinci.

Dalam hal ini Rasulullah Saw. telah bersabda, “Malaikat pencatat amal perbuatan baik mengepalai malaikat pencatat amal perbuatan buruk. Apabila seseorang hamba mengèrjakan suatu amal baik, maka malaikat pencatat amal kebaikan segera menulisnya sepuluh kali lipat . Dan apabila seseorang itu mengerjakan suatu amal buruk, lalu malaikat pencatat amal keburukan hendak mencatatnya, maka malaikat pencatat amal kebaikan mengatakan, “Tunggu”, lalu malaikat pencatat amal keburukan menangguhkannya selama enam saat; apabila Allah mengampuninya, maka ia tidak menuliskan apa pun terhadapnya. Dan apabila Allah tidak mengampuninya, maka malaikat pencatat amal keburukan mencatat untuknya satu perbuatan buruk.” (HR. Baihaqi melalui Abu Umamah).

Hadits ini merupakan penjelasan dari firman Allah Swt, “Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat (buruk) maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am, 160).

Amal perbuatan mereka ditampakkan kepada para nabi dan orang tua mereka pada tiap hari Jum’at, apabila amal perbuatan mereka banyak kebaikannya, maka para nabi dan orang tua mereka yang telah tiada turut bergembira di alam kubur mereka. Hal tersebut menambah wajah mereka lebih bercahaya dan berseri-seri. Tetapi jika amal perbuatan mereka banyak keburukannya, maka para nabi dan orang-orang tua mereka turut berduka cita dan sakit hati karenanya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan janganlah kita menyakiti orang tua kita yang telah tiada melalui amal perbuatan buruk kita.

Oleh karena itu kita jangan sampai menyakiti kedua orang tua kita dengan amal perbuatan yang buruk, maka perhatikan hadits di bawah ini.

Rasulullah Saw telah bersabda, “Taat tidak akan terhapuskan, dan dosa tidak akan terlupakan, Tuhan Yang Maha Pembalas tidak akan mati; beramallah engkau sesukamu karena engkau pasti akan mendapatkan balasan perbuatanmu.” (HR. Baihaqi).

Hadits ini menjelaskan bahwa pahala kebaikan itu tidak akan lenyap, dan perbuatan dosa itu tidak akan terlupakan, semuanya dicatat di sisi-Nya kelak, sedangkan para pelakunya akan mendapat balasan masing-masing yang setimpal. Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik pula; dan jika amal perbuatannya buruk maka balasannya buruk pula.

Dalam hadits yang lain beliau telah bersabda, “Kebaikan itu banyak tetapi pelakunya sedikit.” (HR. Al-Khathib melalui Ibnu Umar r.a.).

Amal kebaikan itu banyak ragam dan jenisnya, tetapi orang-orang yang mengerjakannya sedikit karena amal baik itu berat dirasakan oleh jiwa manusia kecuali hanya oleh orang-orang yang mendapat taufik dan hidayah dari Allah Swt. Semua amal kebaikan sama perumpamaannya dengan jamu yang pahit rasanya, tetapi jamu itu besar manfaatnya.

Juga keutamaan pada hari Senin dan Kamis ditempatkan untuk beribadah puasa sunah Senin Kamis .

Rasulullah Saw telah bersabda, “Bahwa Nabi Saw lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu ditanyakan orang padanya apa sebabnya. Nabi Saw menjawab, “Sesungguhnya malam-malam itu dipersembahkan pada setiap hari Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Firman-Nya, “Tangguhkanlah kedua mereka itu!”. (HR. Ahmad dengan sanad yang sah). Dalam hadits yang lain juga di terangkan, “Bahwa Nabi Saw. ditanyai orang tentang berpuasa pada hari Senin, maka sabdanya, “Itu adalah hari kelahiran saya, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepada saya.” (HR. Muslim).

Semoga kita tetap istiqamah untuk menggunakan hari-hari tersebut (Senin dan Kamis) untuk banyak beramal kebaikan, ketaatan dan sekaligus sebagai peringatan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan dosa. Wallahu A’lam bish Shawabi.

Drs.H.Karsidi Diningrat, M.Ag

  • Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung
  • Wakil Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah.

lihat lebih banyak lagi

BPRS Al Washliyah Medan Jual 500 ribu Saham Per Saham 10 Ribu Rupiah

MEDAN - Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Al Washliyah akan menjual saham sebanyak 500 ribu saham kepada kalangan internal dan ekternal. Penjualan saham tersebut...

Banyak yang Harus Dibenahi di Panti Asuhan Al Washliyah Pulo Brayan

MEDAN - Banyak hal yang harus dibenahi dalam Panti Asuhan Al Washliyah, termasuk dalam pembinaan terhadap anak panti. Hal ini dikemukakan Ketua Umum Pengurus...

Ketum PB Konsolidasi Dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Riau

PEKANBARU - Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr.H.Masyhuril Khamis, SH,MM melakukan pertemuan konsolidasi organisasi dengan jajaran Pengurus Wilayah Al Washliyah Riau di Pekanbaru, Kamis...

Ketum PB Al Washliyah Rapat BPRS di Medan

KETUA Umum PB Al Washliyah, Dr.H.Masyhuril Khamis, SH,MM melakukan rapat dengan Komisaris Utama BPRS Al Washliyah dan semua unsur pelaksana BPRS Al Washliyah, di...